bulan ini

May 20th, 2007 by joesoef

bulan ini seharusnya asyik.
ada yg akhirnya "akan" terselesaikan dengan baik.
ada yg seharusnya dimulai.

waktunya pas. tinggal moodnya aja.

tentunya ada yang lain, sedang berjalan, di tengah-tengah.
jadinya yah, ada beberapa lainnya yang biasa-biasa aja.

tapi "mood" akan lebih baik kalau kita fokuskan pada apa yang kita bisa lakukan,  pada apa yang "telah" bisa kita lakukan, pada apa yang "akhirnya" telah kita miliki, setelah sekian lama… nggak peduli orang lain mau berpendapat apa, nggak peduli orang lain tahu apa nggak…

horeeeeeeeee!!! daripada bosen doang di meja kerja masing-masing.. mendingan memang baca blog gua yang nggak jelas ini.

May 15th, 2007 by joesoef

"Tetapi, jika seterumu lapar berilah dia makan, jika dia haus berilah dia minum. Dengan berbuat begitu kamu menumpuk bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. "
(Roma 12:20-21)

Berat sekali neh.

Kalau orang berbuat jahat padamu, tidak bisa jadi alasan untuk balas berbuat jahat padanya.

Kalau orang tidak penuhi janjinya (atau komitmen apapun), tidak bisa jadi alasan bagimu untuk tidak penuhi janjimu (atau komitmen apapun) padanya.

<< dalam hati: masak sih? tapi Engkau sepertinya memang ingin aku terus berada di situasi seperti ini >>

kecepatan berpikir

May 15th, 2007 by joesoef

Ternyata dokter-dokter itu tulisannya jelek karena mereka cepat sekali berpikir, melakukan analisa, diagnosa, anamesa dan entah apa lagi namanya. Jadi, saking cepatnya mereka itu berpikir, kemampuan motorik mereka dalam hal tulis menulis makin lemah. Tangannya tidak lagi terlatih untuk menulis dengan baik.

Katanya sih begitu.

Well… jadi temen-temenku yang masih berkarya di arsitektur… betapa lambatnya kalian berpikir… Eh, salah… nggak gitu kok. Kita (dulu) justru dilatih untuk menyalurkan gagasan yang ada di kepala ke tangan ataupun alat gambar lainnya dengan lancar. Kalau dari otak ke kertas tidak bisa lancar, bubar semua rancangan kita.

Hehehe… Sekarang ini dengan bantuan keyboard komputer, berapa cepat sebuah tulisan bisa dibuat? Seberapa cepat dari otak bisa jadi suatu tulisan? Nanti bila lebih cepat lagi, maka kata-kata sah-sah saja melompat-lompat. Orang makin terburu-buru, makin pengin cepat saja menulis.

Duh… ini aku juga sedang mencoba secepat-cepatnya menulis posting ini. Tapi sepertinya belum terbukti apakah kata-kataku melompat-lompat :P

hubungan sebab akibat

May 15th, 2007 by joesoef

Lagi-lagi hubungan sebab akibat. Aku ingat dulu waktu masih kuliah, bersama beberapa teman kami bikin firma arsitektur. Serunya, customer yang kami layani, beberapa saat setelah rumahnya jadi, si orang ini dapat promosi. Jadi kami bisa simpulkan, semua orang yang rumahnya kami desain, sukses karirnya.

Hehehe…

Kadang kita ini bener-bener nggak akan tahu apakah satu kejadian menyebabkan terjadinya kejadian lain, atau sekedar paralel secara kebetulan, atau keduanya disebabkan oleh penyebab yang sama.

Ngerti nggak? Nggak ngerti kan? Sama!

Markipul kalo gitu :-)

kerja bo’!

May 7th, 2007 by joesoef

Beberapa hal membuatku berpikir lagi akhir-akhir ini mengenai kenapa sih kita bekerja? Ketemu temen-temen yang masih idealis, ‘cukup berbeda’ dengan orang-orang yang lebih sering aku temui sekarang.

Bekerja buat apa sih? Mestinya terus ciptakan nilai, kontribusi ke luar dari diri kita. Bayaran itu semestinya lebih kecil daripada kontribusi kita ke luar. Tetapi masyarakat di sekitar kita kadang bukan suatu lingkungan yang mudah. Ada orang-orang yang cepet kaya dengan cara yang salah. Itu contoh yang gampang dan ekstrim, tapi nggak cuma itu. Ada juga kan, orang-orang yang dapat posisinya secara mudah? Lha, lalu memangnya kenapa?

Kadang jadi ada konflik-konflik dari orang-orang yang karbitan ini. Sukar juga menjadi orang yang akomodatif di situasi seperti ini. Penginnya sih ya terima-terima saja, itu nasib mujurnya mereka kan? Tetapi kalau sampai mereka ini memutuskan secara kurang bijaksana hal-hal yang pengaruh ke diri kita?

Bayangkan kalau ada keputusan yang kurang bijaksana dari orang yang kurang berpengalaman, kadang jadilah orang-orang lain itu pembersih sampah. Atau sedikit di atas pembersih sampah, jadilah bekerja tidak nyaman, sebagai "fire fighter".

Kadang jadi stress sendiri… kadang jadinya menyerah juga nih. Yang kita lakukan kan sebatas bicara, jelaskan pemikiran kita. Selesai. Kalau mereka itu tidak mengerti juga, selesai dong tugas kita. Ini sikap untuk menolong kalau kita di posisi sebagai orang ketiga. Pasti deh, pernah lihat orang / teman kita dinilai kurang baik oleh boss kita. Padahal kita yakin sekali situasi yang sebenarnya terjadi bukan karena yang bersangkutan. Kadang malah sama sekali di luar kendali yang bersangkutan.

Kalau sebagai orang kedua? Setelah bicara dan mentah, ya pasang badan sajalah. Apapun yang kita lakukan toh akan percuma. Berharap saja, suatu waktu nanti orang-orang ini akan tambah bijaksana. Tentunya sambil merenung lagi, apa sih yang paling mendasar dari ‘bekerja’ itu? Mungkin saja memang ini semua akan jadi bagian yang tak terpisahkan dari ‘bekerja’, suatu kenyataan yang umum, seperti best practice yang akan jadi common practice gitu… atau mungkin ada lingkungan lain yang lebih pas untuk kita?

Kalau sebagai orang pertama? Bertanggung jawab penuh lah pada keputusan kita. Bisa jadi mengerti situasi secara menyeluruh itu memang sukar. Tetapi kalau memang itu perlu, lakukan dulu pengumpulan informasi dari banyak orang. Bentuk sikap dan pendapat yang benar dulu sebelum memberikan penilaian, sebelum mengambil keputusan.

Hmm… pernah nggak sih aku terima posisi karbitan? Pernah euy… memang setengah mati mengejar gapnya… Duh, jadi tambah sedih euy…

pipo ledeng

April 30th, 2007 by joesoef

Sebetulnya pengalaman yang umum kalau ada orang yang marah-marah ke kita, padahal masalahnya berasal dari dia / mereka. Seperti temenku yang pernah dipukulin karena ditabrak motor. Aneh, kan? Dipukulin karena ditabrak motor.

Nggak terlalu aneh juga sih sebetulnya. Atau mungkin lebih tepat, meskipun aneh, sering juga terjadi. Kalau di proyek-proyek IT, sering terjadi antara customer dengan vendor, karena customer tidak memahami dengan baik proses kerja atau karena vendor tidak bisa menjelaskan dengan baik apa saja yang dibutuhkan. Kadang terjadi juga di dalam satu tim.

Penyebab yang lain, selain komunikasi dan pemahaman, biasanya masalah lupa. Entah bawaan lahir, entah belum biasa dengan proses kerja.

Buat yang pernah merasakan, pasti tahu enak sekali rasanya jadi korban situasi seperti ini. Serasa dithuthuk nganggo pipo ledeng :-)

monyet

April 30th, 2007 by joesoef

sekalian aja ada monyetnya….

moral of the story:
bagi yang bohong, kalo bohong jangan sering-sering.
bagi yang dibohongi, lindungi susu anda baik-baik.

hehehe… iseng!

pagi tadi

April 30th, 2007 by joesoef

bicara ini dan itu. tapi belum sampai juga ke kesimpulan.
seperti kalimat yang belum selesai. tertunda sesaat.
kadang kata-kata yang sudah mulai tersusun akan hilang begitu saja, kadang bisa merangkai suatu cerita yang penuh.

cerita mana yang akhirnya bicara lebih jauh?

kadang rasanya sama saja.
memang sebetulnya tidak ada beda yang kasat mata.
kenapa begitu sulit memilih? karena masih ada pertentangan dalam hati.

paling bagus kita terima saja jeda ini. lupakan dulu.
sampai nanti ada yang pasti dari hati.

dulu pelayanan di mana?

April 29th, 2007 by joesoef

Kadang aku bingung, sukar membedakan antara pelayanan dengan kerja sehari-hari. Lucu juga, kadang di Gereja ditanya pengalaman kamu dulu pelayanan di mana? Agak terasa aneh aja buat aku. Memang untuk menentukan seseorang bisa dipercaya melakukan pelayanan, perlu tahu pengalaman "kerja" sebelumnya gituh? Seperti dunia kerja aja.

Tetapi memang masa kecilku terbentuk di Sangkrah. Sebuah Gereja (GKI) di Solo sana. Sangkrah ini sepertinya terkenal karena kemampuan berorganisasinya. Seperti layaknya GKI, banyak pemikiran-pemikiran yang sangat rasional, definitif. Gereja lain jadinya bilang "Gereja Kurang Iman".

Salah satu yang aku masih ingat, Gereja itu adalah organisasi sekaligus bukan organisasi. Karena yang namanya organisasi itu dibentuk manusia, sedangkan Gereja itu dibentuk oleh Tuhan, tetapi juga ada organisasinya yang dibentuk oleh manusia. Nah lo… definisinya saja sudah cukup pusing. Apalagi waktu itu kan masih masa-masa remaja.

Di Sangkrah waktu itu anak usia remaja, kelas 1 SMP sudah dipercaya buat menjalankan kepengurusan. Dulu namanya KPSKR, Komisi Pemuda Seksi Khusus Remaja. Kenapa mesti Seksi Khusus? Karena sebetulnya yang boleh duduk di komisi itu Jemaat. Jemaat itu harus sudah dibabptis. Baptis itu di usia minimum 16 (kalau nggak salah). Padahal kan anak-anak remaja itu masih di bawah usia itu. Jadilah dibentuk Seksi Khusus. Seksi tapi diperlakukan sebagai Komisi.

Kalau ingat waktu itu, seru juga. Usia-usia SMP-SMA begitu, bacaannya Tager Talak, rapat analisa situasi, pembentukan program, bikin anggaran, bikin kalender kerja. Terus ada PRKPMP, itu rapat Pengurus Remaja Komisi Pemuda dan Majelis Pendamping. Kadang rapat mengambil tempat di Tawang Mangu, menginap. Dan pembahasan bisa sampai tengah malam karena memang beberapa hal sukar diputuskan.

Pokoknya seru banget. Apalagi kegiatannya lengkap. Mulai dari Persekutuan Minggu, Persekutuan Doa, Camping, Bible Camp, Leadership Training Center, kunjungan ke panti asuhan, ke panti jompo, ke anak cacat mental, ke rumah sakit, anjang karya / anjang sana (sekarang gua dengar istilahnya "live in"), plus event-event tertentu. Natal, Paskah, pertandingan persahabatan, dan lain sebagainya.

Lengkap sekali kegiatannya. Juga role-role yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan itu. Selama 6 tahun berada di lingkungan seperti itu, pasti akan terbentuk dengan sendirinya.

Belum lagi kalau ingat waktu itu, menaikkan jumlah anggota persekutuan dan jumlah kehadiran secara signifikan. Dari 120 jadi 200, dari 80 jadi 150.

Di satu sisi pengin mengakui semua yang pernah kita capai, di sisi lain
ada yang bicara itu semua bukan pencapaian kita sebagai manusia. Tidak boleh sombong sama sekali.

Pencapaian-pencapaian masa lalu ini, semuanya kan tangan Tuhan yang bekerja? Bukan pekerjaan manusia. Atau bagaimana? Seperti konsep GKI mengenai Gereja sebagai organisasi tadi, ada dualisme di sini juga yah? Jadi kalau kita mau masuk dalam pelayanan yang baru, barangkali kita perlu siapkan cv kita.

Bingung dah pokoknya!

visi - misi?

April 25th, 2007 by joesoef

just a snap shot.

waktu interview, dia ditanya visi misi kamu apa? jawabannya blablabla…
kalau gua ditanya, jawaban gua kayaknya:

moving out from jakarta in two years… hehehe!