kecepatan berpikir
Ternyata dokter-dokter itu tulisannya jelek karena mereka cepat sekali berpikir, melakukan analisa, diagnosa, anamesa dan entah apa lagi namanya. Jadi, saking cepatnya mereka itu berpikir, kemampuan motorik mereka dalam hal tulis menulis makin lemah. Tangannya tidak lagi terlatih untuk menulis dengan baik.
Katanya sih begitu.
Well… jadi temen-temenku yang masih berkarya di arsitektur… betapa lambatnya kalian berpikir… Eh, salah… nggak gitu kok. Kita (dulu) justru dilatih untuk menyalurkan gagasan yang ada di kepala ke tangan ataupun alat gambar lainnya dengan lancar. Kalau dari otak ke kertas tidak bisa lancar, bubar semua rancangan kita.
Hehehe… Sekarang ini dengan bantuan keyboard komputer, berapa cepat sebuah tulisan bisa dibuat? Seberapa cepat dari otak bisa jadi suatu tulisan? Nanti bila lebih cepat lagi, maka kata-kata sah-sah saja melompat-lompat. Orang makin terburu-buru, makin pengin cepat saja menulis.
Duh… ini aku juga sedang mencoba secepat-cepatnya menulis posting ini. Tapi sepertinya belum terbukti apakah kata-kataku melompat-lompat