pe es em i te be

Temen gua lagi kumat edoennya. Dibikinnyalah blog http://edoen.wordpress.com/.

Isinya mengenai kenangan masa lalu yang edoen-edoen tidak karuan. Masa-masa lalu di pe es em i te be. Masa-masa jadi megalomania. Memang bener kok sebagian besar anak i te be itu megalomania. Apalagi kalo bicara mengenai pe es em. Gimana nggak, lha event festival itu selalu naik terus skala atau ruang lingkupnya. Dari yang lokal Bandung jadi festival nasional. Dari kategori yang sedikit, sampai banyak sekali kategori. Sudah begitu, pasti ada peningkatan aneh-aneh dari festival ke festival. Tahun 94 aja sudah mulai pakai audio visual. Ada layar besar, ada jingle. Sekarang sih kelihatannya biasa, tapi di tahun itu… belum banyaklah yang ngerti bener masalah-masalah audio visual.

Saking gilanya itu, tentu akibatnya ke effort yang tinggi. Jadi lebih sering nongkrong di sekretariat daripada mengerjakan tugas kuliah. Ada benernya bahwa yg dikerjakan buat pe es em akan lebih berarti buat skala yang lebih besar (paling nggak masyarakat paduan suara, kalau nggak mau klaim "negara dan bangsa") dibandingkan "sekedar" kuliah yang kontribusinya pada kepentingan "pribadi". Toh yang penting kan lulus. Tapi bukan berarti cuek juga kuliahnya… tetap saja ada yang cum laude (yg jelas bukan gua).

Yang menarik, ada fenomena yang lain. Ada persahabatan yang kuat sekali. Lha iya lah… begitu orang dihadapkan pada permasalahan / tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri, jadi sadar benar bahwa perlu dikerjakan bersama-sama. Benar-benar lucu, karena orang seperti apapun akhirnya bisa lebur ke dalam komunitas pe es em ini. Orang yang nggak bisa nyanyi pun bisa merasa homely sekali di pe es em. Apalagi kalau sudah mulai becanda, mulai tidak karuan karena pasti akan saling menimpali dan akan jadi makin kacau.

Sekarang ini sudah sekitar 10-15 tahun berlalu. Tapi kenangan itu masih kuat sekali. Terbukti masih bisa cerita secara detail di blog edoen itu.

Leave a Reply