Archive for July, 2006

snapshot lagi

Monday, July 24th, 2006

20:50, masih di kantor… kerjaan (sementara) sudah selesai semua.
besok meeting, pk 09:00, kuningan. meeting berikutnya pk 14:00, kebon jeruk. besoknya lagi meeting di thamrin 09:00.

hari ini siapin (hampir) semuanya. proyek a yang nggak jelas scope-nya. proyek b yang perlu di-close dengan rada terpaksa, proyek c yang customernya mempermasalahkan yang dulu dibilang nggak penting, proyek c yang perlu budgeting ulang, proyek d yang kurang resource, proyek e yang perlu dishuffle orangnya dan sudah jauh behind schedule, proyek f yang sedikit agak lambat, proyek g yang ternyata lebih cepat dan nggak perlu tambahan orang. proyek h yang ternyata nggak jadi mulai cepat.

duh, kerjaan project manager dan bapaknya project manager ya kayak gini deh. sementara bp AH mengirimkan posting mengenai gerakan slow life movement. persis sementara itu gua perlu plan, prepare, negotiate, keep updated of everythings, decide, delegate, apalah… jadi rada tersindir juga nih. hehehe..

i wish this all could be over soon. ada isu-isu kunci yang mesti disolve. tentunya nggak bisa ditulis di sini. setelah itu, mestinya kerja lebih nyaman lah. semoga.

sementara ya berusaha working smart. paretto principle should always be applied!

dah ah… pulang dulu. 21:06 nih. took me 15 minutes writing this blog.

snap shot in time

Wednesday, July 12th, 2006

21:35

masih di kantor.

kerja sambil dengerin dvd nya psm.

memang bagus banget.

makanya ingat kata-kata temen-temen dulu, kalau nyanyi bener-bener puas: organismus.

jangan protes kalau aku post definisinya, itu ambil dari merriam webster kok.

gitu dulu, balik ke kerjaan.

besok meeting gimana nih? whuaaaaaaaa….

orgasm

Wednesday, July 12th, 2006

Main Entry: 1orĀ·gasm
Pronunciation: ‘or-"ga-z&m
Function: noun
Etymology: New Latin orgasmus, from Greek orgasmos, from organ to grow ripe, be lustful; probably akin to Sanskrit urjA sap, strength
: intense or paroxysmal excitement; especially : an explosive discharge of neuromuscular tensions at the height of sexual arousal that is usually accompanied by the ejaculation of semen in the male and by vaginal contractions in the female

Moral

Thursday, July 6th, 2006

Kata orang, moral itu berbicara mengenai benar atau salah. Kata orang, moral itu hanya berlaku bagi manusia. Karena binatang, tumbuhan, dan benda mati tidak akan pernah peduli benar atau salah. Kata orang, moral itu sesuatu yang dilakukan dengan sadar. Kalau tidak dengan sadar atau tanpa intensi (kesengajaan) maka sesuatu tindakan tidak bisa dikatakan tindakan bermoral.

Lalu, kata orang, pengetahuan sistematis atau terstruktur mengenai moral disebut etika. Lalu, kataku, etika itu rumit. Ada nilai, ada keyakinan, ada filosofi, dan lain sebagainya.

Tetapi yang menarik, selalu terlihat bahwa ada orang yang punya standar tinggi mengenai tindakan benar atau salah, kemudian selalu berjuang keras untuk mencapainya. Ada juga yang tidak peduli. Sebagian besar karena pembentukan dan pendidikan waktu kecil. Yang paling mudah misalnya "say please, say thanks, say sorry". Ada orang yang terlihat tidak pernah berkata "tolong", "terima kasih", "maaf".

Beberapa orang ini punya kemampuan intelektual yang tinggi. Tapi menyebalkan. Apalagi untuk kalangan yang levelnya sejajar atau di bawah. Untuk kalangan yang levelnya di atas orang seperti ini, biasanya orang ini terlihat berprestasi. Egoisme atau kesombongan diri, atau sekedar percaya diri yang terlalu kuat, aku tidak terlalu pasti. Ada yang kadarnya tinggi, orang-orang akan bilang orang ini penjilat. Yang kadarnya rendah, ya sekedar "cari muka". Orang lain akan jadi pembersih sampah bagi orang seperti ini. Ciri-cirinya pasti tidak akan memuji orang lain di depan atasan.

Well… seems to me that this kind of person are everywhere.

Lho…. kok jadi nulisnya kasus nyata gini yah…. hehehehe…. dasar tidak bermoral!

ssdd

Thursday, July 6th, 2006

Bosen.

Same shit different day. Atau mungkin lebih tepat: similar shit different day. Bergerak, tapi pelan sekali.

Gimana supaya bisa lebih cepat? Karena kalau seperti ini ya tidak terasa, progress yang tidak bisa dirasakan itu melelahkan. Apalagi kalau sesekali masih kecebur di lubang yang sama. So demotivating.

Tapi ya gitu dah. Biarkan dulu. Kalau sampai waktunya, segalanya akan jelas. All of the universe are working altogether. Atau apalah kalimat yang lebih tepat menggambarkan situasi yang kutunggu. Kalaupun tidak sekarang, ya pasti nanti. Kalaupun tidak di sini, ya entah di mana. Selama terus berpegang pada pencarian dan keinginan yang paling dalam, pasti akhirnya tercapai juga.