Solo
Abis dari Solo. Jumat naik kereta, Sabtu pagi sampai. Gudeg menanti. Serabi nggak mau ketinggalan.
Meet my old friend, I’ve known him for so many years. Since junior high school! Isterinya lagi ada pameran. Wah, bagus-bagus lukisannya. Berikutnya bakal ada pameran foto, juga bagus. A slow pace in life surely can give you enough time to embrace art.
Main game di Grand Mall, makan siang a la mall. Nggak ada istimewanya. Wah, MI 3 main juga tuh. Tapi nggak deh.
Naik becak ke Kraton, diceramahi tour guide nya. Tuhan, Negara, Rakyat! Gitu katanya. O iya, iya. Tumpeng artinya gunung, alias alam raya. Telor, anglo, jajan pasar… artinya apa yah? Buset, sudah lupa lagi nih. Dakon pun ternyata ada 7 lubang, dirubah jadi 5 lubang, ternyata ada artinya. Semuanya serba simbolis. Memang begitulah Solo. Sempet-sempet saja mikir sampai berbau filosofis semua. Foto sana foto sini layaknya turis.
Pulang dan tidur siang secukupnya. Jam bobo gua neh!
Cari nasi liwet, menerobos gerimis. Duh, hujan badai sih boleh. Masak gerimis tetap pergi? Untung nggak masuk angin. Masak jagoan masuk angin? Nasi liwet plus susu segar diselingi nasi bandeng. Wedhang Dongo bawa pulang saja.
Minggu pagi jatah nasi pecel. Nasinya merah. Ke Gereja, untung masih ketemu beberapa orang yang kenal. Paling nggak, pernah jadi orang "sedikit penting" di situ, terbukti sebagian
Pulang Gereja, meet my sister and her eldest daughter, the animal photographer. Talkative 10 years kid. Makan timlo solo. Cari batik.
Pulang, jajan es, tidur lagi. Tunggu si mr H. Mau barengan ke kawinan si mr B. Telat banget si mr H. Tapi ya udah, yang penting berangkat, menerobos hujan deras. Ternyata pake campur sari. Sindennya nyanyi apa, nggak ngerti deh. Tansah dielingke, wis wancine tansah dielingke. Blablabla. Apaan seh? Nggak ngerti tapi enjoy aja.
Pulang, tidur lagi dong. Kan udah malem juga.
Senin pagi, bangun telat. Nggak jadi nyari sate kere. Gudeg atau nasi liwet, pilihan dilematis. Akhirnya bagi tugas. Hm… solusi yang cerdas! Untung masih dapat tahu kupat.
Beli makanan buat oleh-oleh. Janjian ketemu my old friend. Lebih tepatnya cicie ketemu gede. Sudah 10-11 tahun nggak pernah ketemu. Jangan bicara MLM! Eh, malah ngobrol panjang soal MLM. Emangnya mau sampai kapan jadi orang gajian? Lha, panggilan orang beda-beda kan? Aku kan masih pengin di dunia engineering. Nanti suatu waktu pasti juga bakal beralih.
Ke airport. Delay, 30 minutes. Back to Jakarta. And when I turned on my phone, meeting appointment. Huah! A very different world!
So, what do you want to do in your life? Become what? Living in a hectic city or a small one? It’s actually a choice that available to all of us.