no big deal
Lama nggak ngisi blog nih. So what? No big deal.
Pikiran penuh dengan pekerjaan. Ini dan itu, banyak yang tidak selesai. Mungkin sudah jadi ciri khas di tempat ini. Bukan sesuatu yang bagus, bukan juga sesuatu yang buruk. Eh, buruk sih. Setidaknya menurutku sih buruk. Kenapa? Karena pekerjaan banyak yang tidak selesai. Tergantung dalam pikiran. Masih sebatas ide-ide yang realisasinya jauh lebih sukar daripada menulisnya. Padahal menulisnya pun belum juga selesai.
Baru pada tahapan berpikir, sudah mesti ditinggalkan karena ada yang lain yang mesti ditangani. Jadinya bergerak ke sana ke sini, tapi di situ-situ saja. Artinya berputar-putar saja dong? Lha ya iya. Lha kenapa? Ya karena manajemen waktu dan sumber daya yang lain belum bagus. Belum terarah. Atau, memang sedang panas-panasnya di level konsep sementara operasional pun mesti berjalan.
Kalau mau dibilang bagus, ya di sisi itulah bagusnya. Banyak potensial yang bisa terwujud. Dan jika yang namanya potensial itu terwujud, bisa berlipat kali hasilnya daripada yang ada sekarang.
Tapi apapun bagus atau tidak bagus, yang aku rasakan seperti berada di tengah lautan ide, isu, rencana, argumen, tugas. Segala hal pemikiran yang di awang-awang campur baur dengan hal-hal yang realistis.
Jam ini, menit ini harus mengerjakan yang mana? Pilih saja salah satu yang sedang mengapung di dekatmu. Salah pilih akibatnya ya berputar-putar tadi. Salah tembak mengakibatkan benda-benda yang mengapung makin banyak. Makin tenggelam. Salah tembak lagi, makin banyak lagi. Terus, kalau sudah kebanyakan, akhirnya menyerah
Lha… kayak video game saja nih.
Nah… kalau apungannya sudah banyak sekali, bagaimana sempat mikirin yang personal? Kapan sempet isi blog?
Lha, kok sekarang sempet yah? Oh iya. Lha ya sempet aja, ini jadinya masalah mood management, masalah acceptance. Kalau memang nggak bisa selesai sekarang, apa mau dipaksain terus dipikirkan, terus dikerjakan? Bisa-bisa nggak sempet berlibur, nggak sempet pacaran, nggak sempet mampir maen ke temen. Jadi ya terima saja. Kerjaan yang tidak pernah selesai. Sebagian akan jadi gaya hidup. Kemampuan untuk mengabaikan yang nggak penting akan jadi kunci sukses.
Hm, nanti segera menyusul juga kemampuan untuk mengabaikan yang penting
Kemudian kemampuan untuk mengabaikan rasa bersalah
Hehe… just joking. It’s a matter of management, it’s a matter of leadership. Doing what is right, what gives great impact. At this time, it looks hard. Another look at the past, you will see there are no big differences. The same old story with a bit variation.
Nulis apa sih gua ini… entah deh… Cuma pengin nulis setelah lama nggak nulis aja kok.