kontribusi
seharusnya aku tidak berada di sini
di dalam kemewahan
yang mengantarkan aku
dari satu titik ke titik lain
di luar sana
ada orang-orang yang berjuang
menghidupi hidup
miliknya
malah juga milik orang-orang
tapi aku tetap saja berada di sini
dalam kemewahan,
kecepatan,
kuasa seolah aku pegang kuasa.
kupikir ini semua berhak kumiliki
karena aku telah berikan lebih.
lebih dari siapa? aku tahu
aku mulai bohong
pada diriku sendiri.
tapi kunikmati juga
seolah aku pandai berbohong.
duh, bodohnya aku.
-jakarta, 8 Agustus 05-